Halo teman-teman, kali ini saya akan berbagi dengan kalian tentang asal usul desa tempat tinggal saya sendiri. saya tinggal di Bandar, Kediri, Jatim, Indonesia :)
Yuk, kita simak pembahasannya di bawah ini temin-temin :D Selamat Membaca ;)
Asal
Mula Desa Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri
Dulu mungkin Sungai
Brantas ini sangat besar, lebar dan dalam. Di daerah lain nama-nama
desa yang didahului dengan kata “Bandar” juga banyak, misalnya di
kawasan timur Kota Nganjuk ada Desa bernama Bandar Alim yang dialiri
oleh Sungai Widas, anak Sungai Brantas. Lalu di Kota kediri ada nama
Desa Bandar Lor dan Bandar Kidul. Bisa dibayangkan dulu betapa
ramainya pelabuhan-pelabuhan sungai ini, banyak kapal-kapal berlabuh
datang dan pergi, hiruk pikuk pagi hingga malam.
Prasasti Anjuk
Ladang yang berangka tahun 937M mengisahkan penganugerahan tanah
perdikan sebagai balas jasa warga setempat yang telah membantu
perlawanan pasukan Medang melawan pasukan Sriwijaya dan berhasil
memetik kemenangan besar. Konon dalam peristiwa itu ada ribuan
pasukan Sriwijaya yang datang ke Jawa Timur. Logikanya tidak mungkin
lewat jalur darat, pasti lewat jalur laut dan sungai, sehingga sangat
mungkin kapal-kapal perang Sriwijaya berlabuh di Bandar Kedung Mulyo,
Bandar Alim serta Bandar Lor dan Bandar Kidul ini.
Peranan pelabuhan
sungai semacam ini sangat besar bagi perkembangan sejarah
kerajaan-kerajaan di Jawa Timur. Prasasti Kelagyan yang berangka
tahun 1037M mencatat tindakan Raja Airlangga (Kahuripan) membuat
terusan Kali Porong untuk memecah aliran Sungai Brantas yang terlalu
besar. Jadi mungkin pada masa itu ukuran sungai malah terlalu besar
sampai-sampai harus dipecah agar dapat dimanfaatkan bagi masyarakat.
Tidak heran bila transportasi sungai dapat digunakan hingga ke laut
dan antar pulau di Nusantara.
Dulu sewaktu pasukan
Tar-Tar yang jumlahnya ribuan mendarat di Jawa Timur, bagaimana
caranya bila tidak berlabuh di pelabuhan-pelabuhan sungai ini. Tidak
mungkin hanya berlabuh di pelabuhan laut Tuban, Lasem atau Ujung
Galuh, terlalu jauh perjalanan darat untuk mencapai Singasari dan
Kadiri. Jadi pastilah juga menggunakan pelabuhan-pelabuhan sungai.
Dan kalau dilihat dari besarnya kavaleri, bisa dibayangkan betapa
besar pula pelabuhan sungai yang ada kala itu.
Tidak heran juga
bila Kerajaan Majapahit yang letaknya jauh di tengah daratan Jawa
Timur dapat tumbuh berkembang menjadi kerajaan besar di Nusantara.
Pelaut-pelautnya ulung dan tanpa tanding. Pasti pelabuhan-pelabuhan
sungai ini memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur,
ekonomi dan politik Majapahit.
Jadi, desa ini
mendapat sebutan desa Bandar karena pada jaman dahulu terdapat bandar
berlabuhnya kapal-kapal dari Kerajaan Kediri teman-teman :)
Sangat membantuu. Izin pake buat tugas ospek ya kakk, terima kasihh
BalasHapusBandar lor ngk ada
BalasHapusBandar lor ngk ada
BalasHapusMungkin sejarah bandarlor kurleb sama ya
BalasHapusIni ga bisa lebih singkat?
BalasHapus